Membuat Tanaman Buah Dalam Pot

Hampir semua jenis tanaman buah dapat tumbuh sebagai botol tabu. Tetapi tidak semua tabulampot dapat tumbuh dan berbuah. Karena ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik, tetapi mereka tidak berbuah jika ditanam dengan Tabulampot.

Jenis-jenis Tanaman Buah dalam Pot

Ada berbagai jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai Tabulampot. Tingkat keberhasilan dalam pengembangan implan Tabulampot juga berbeda, ada yang sederhana, sulit dan ada yang tidak berhasil. Contoh tanaman yang dianggap sederhana adalah jeruk, mangga, coklat, jambu air dan jambu biji. Sementara itu sulit untuk mentolerir tanaman seperti manggis, lengkeng, rambutan, duku dan jambu bol. Sedangkan tanaman yang belum berhasil ditanam dalam pot adalah alpukat dan durian.

gambar tanaman buah dalam pot

gambar tanaman buah dalam pot

1. Menyiapkan Bibit Tanaman Buah dalam Pot
2. Siapkan tanah perkebunan Tabulampot
3. Tanam biji Tabulampot
4. Merawat tanaman buah pot / Tabulampot

Agar proses penanaman Tabulampot berfungsi dengan baik, beberapa operasi pemeliharaan rutin harus dilakukan setelah penanaman. Berikut adalah beberapa perawatan harian yang harus dilakukan ketika menanam tanaman buah pot.

A. Penyiraman

Tabulampot, yang telah tumbuh dan tumbuh tinggi, harus ditempatkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Selama musim kemarau dituangkan setiap hari pagi atau sore hari. Selama musim hujan, air hanya disiram jika media nutrisi tampak kering. Loudspeaker dapat dibuat dengan tabung atau kepulan.

Jika Tabulampot ditanam dalam jumlah besar, ini harus dilakukan dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok untuk Tabulampot adalah irigasi tetes. Sistem irigasi ini memiliki keuntungan menghemat air, membuatnya efisien dan mudah dikendalikan. Tetapi Anda membutuhkan reksa dana non-kecil.

B. pemangkasan

Selama proses penanaman Tabulampot, proses pemangkasan dilakukan untuk menghasilkan tanaman, memangkas produksi dan memangkas untuk peremajaan. Pemotongan Bentu dilakukan agar semua bagian tanaman terkena sinar matahari langsung.

Salah satu teori yang paling umum digunakan di tabulampot adalah 1-3-9. Ini berarti bahwa hanya ada 3 upaya sekunder dalam satu upaya utama dan hanya 3 upaya tersier dalam upaya sekunder. Strain yang dipilih harus berkualitas baik, bebas dari penyakit dan tanpa parasit dan memiliki unsur estetika.

Pemotongan produksi terkait dengan fungsi produksi pabrik. Potongan dibuat pada kuncup air untuk merangsang pembungaan. Selanjutnya, batang, yang tampaknya sakit, dipangkas.

Akhirnya, peremajaan pemangkasan tanaman tua dilakukan. Pada Tabulampot, yang biasanya sudah tua, menggantikan sarana perkebunan dan pot (direpoting). Pada tahap ini, perlu untuk memotong beberapa cabang. Bahkan dalam beberapa kasus, hanya upaya utama yang tersisa.

C. Pemupukan

Sarana nutrisi Tabulampot memiliki cadangan gizi yang sangat terbatas, sehingga pemupukan diperlukan untuk menjaga kandungan gizi dalam medium nutrisi. Pemupukan pertama terjadi satu bulan setelah tanam. Apalagi setiap 4 bulan dia kena.

Jenis pupuk ini harus menggunakan jenis pupuk organik. Spesies dapat terdiri dari pupuk, pupuk atau pupuk cair organik. Meskipun kandungan nutrisi tidak seakurat dengan pupuk kimia, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap.

Penggunaan pupuk kimia harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya. B. selama periode berbunga dan berbuah di mana tanaman membutuhkan banyak nutrisi.

D. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman pot harus segera dilakukan, memilih benih yang berkualitas. Benih bagian atas lebih kuat dan tahan terhadap penyakit dan hama. Selain itu, pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tanah yang ditabur yang digunakan. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman karena merupakan sumber penyakit.

Ketika tanaman sudah terkena penyakit dan hama, mereka dapat langsung diberantas dengan tangan dengan mengumpulkan parasit secara langsung. Untuk pengendalian hama perlu menggunakan pestisida organik.

E. Penggantian media tanam

Penggantian cara menabur terjadi pada tanaman yang telah menjadi besar dan membutuhkan lebih banyak ruang untuk mendukung tempat bagi tanaman. Pemindahan terjadi ketika dukungan sayuran diganti. Apalagi pada saat transfer juga dilakukan pemangkasan dan peremajaan. Misalnya, dengan memangkas akar tanaman, seperti akar tanaman yang terus tumbuh, Pflanzmed

Sumber : https://bungabunga.co.id

Baca Artikel lainnya :

Pengertian Rima, Tipe Rima dalam Puisi

17+ Manfaat Jambu Monyet (Jambu Mede) Bagi Kesehatan